Menghidupkan Lagi Roh Basket di Indonesia

Masih ingat Ary Sudarsono? Agaknya, para 'generasi 90-an' akan terus mengingat namanya sebagai sosok yang 'meracuni' basket luar negeri ke Tanah Air.
NBA masuk ke Indonesia pada 1990. Sosok yang memperkenalkannya, ya, Ary dengan jargon: Salam Olahraga! di salah satu televisi kenamaan di Indonesia.
Selama 11 tahun, Ary mengudara di layar kaca televisi dengan memberikan informasi, laiknya peracik berita media online masa kini. Oleh pria kelahiran 1951 itu, akhirnya basket di Indonesia kian berkembang lambat-lambat dan populer hingga saat ini.
Ary sempat mengabdi untuk Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia alias Perbasi. Dia giat mempopulerkan basket ke kalangan muda lewat Indonesian Basketball League (IBL) (kini NBL) hingga Liga Basket Mahasiswa Indonesia (LMI, kini LIMA).
Ary memang sudah tak lagi jadi presenter dan pensiun dari Perbasi. Namun demikian, pada Agustus 2020, ia membentuk komunitas dengan nama Manusia Basket Indonesia (MBI).
Ary berujar bahwa komunitas ini lahir karena peristiwa yang tak disengaja. Dia menceritakan awal mula terbentuknya:
''Dimulai dari postingan kangen-kangenan di media sosial dan saat saya main basket bertemu dengan orang-orang yang mungkin pernah melihat berbagai event di era saya. Akhirnya, mereka meminta saya untuk turun gunung lagi membawa 'roh' basket hidup seperti dulu lagi," ujar Ary.
Ary berujar demikian saat bersilaturahmi dan melantik kepengurusan komunitas MBI Bandung. Kegiatan itu dilakukan pada Sabtu (27/2) petang WIB.
Menghidupkan Lagi Roh Basket di Indonesia (2)
Presenter senior, Ary Sudarsono dengan Komunitas Manuasia Basket Indonesia. Foto: MBI Indonesia
Ary tak salah berbangga diri. Sebab, sosok pria yang nyaris 70 tahun pada tahun Juli tahun ini adalah orang yang menjadi isnpirasi buat pelakuk bahkan pecinta basket di Indonesia.
Namun demikian, kekhawatiran akan komunitas ini terbentuk juga tak luput. Ditakutkan, MBI akan jadi organisasi tandingan Perbasi.
Ary menggaransi bahwa tujuan MBI tak akan sampai membuat dualisme. Alih-alih demikian, dirinya dan komunitas MBI yang sudah menyebar ke 24 provinsi akan membantu federasi basket Indonesia.
''Perlu dicatat, MBI bukan organisasi tandingan. Melainkan MBI bersama-sama Perbasi sebagai induk organisasi basket Indonesia, berusaha untuk mencoba melahirkan manusia-manusia Indonesia yang punya kualitas dan dikagumi oleh bangsanya sendiri.''
''Kita perlihatkan kemasyarakat Indonesia, orang-orang yang hobi basket itu punya kualitas, karakter dan memiliki perilaku yang baik," tutur Ary.
Scroll to top